DUBAI - 22.53 LOCAL TIME
Setelah sedikit tidur ayam, akhirnya mendarat juga di Dubai jam 02.53 am waktu Singapura ato jam 22.53 waktu setempat. Berarti di Jakarta jam 01.53 dini hari.
selesih waktu antara Dubai dan Singapura adalah 4 jam.
Sebelum turun transit, di dalam pesawat diumumkan kalo waktu transit kita hanya 1 jam 15 menit alias satu seperempat jam.
Tapi herannya sewaktu kita melewati gate transit, petugas di pintu kedatanganan memberikan tiket boarding dengan peringatan kalo transit hanya
setengah jam. Huuuh mana yang bener ya? Dari pada terlambat mendingan kita mengikuti waktu terpendek yang diingatkan. Kulirik nomor gate tempat kita keluar. GATE 21, berarti nanti kita harus kembali ke gate itu.
Di airport Dubai semua ke toilet. Sikat gigi, cuci muka dan yang pasti beol... fuuuifh leganya. Bersih-bersih.
Yang butuh beribadah, melanjutkan dengan shalat. Papa dan tante Nining juga shalat.
Dari area toilet menuju public area kita kembali harus melewati gerbang sensor plus dengan security-security itu.
Kompas bawaan Wandra dicurigai karena bentuknya.Bentuknya seperti jam weker, dicurigai seperti timer BOM. Ha ha ha ha.
Ini yang bodoh petugas imigrasinya kali ya. Jelas2 itu kompas, masih aja tanya2.
Dan ternyata detector di Dubai lebih sensitif. Kali ini sabuk ku pun harus dilepas, karena sensornya berbunyi.
Masuk ke public area kita berfoto-foto ria di sana. Beberapa dengan latar belakang Dubai Airport directory board dan yang lainnya dengan latar belakang konter informasi airport Dubai.
Setengah jam bukan waktu yang lama. Baru sebentar duduk-duduk di area publik, kita sudah melihat orang-orang sudah antri kembali untuk masuk ke ruang tunggu GATE 21, tempat pesawat SQ yang kita naiki tadi merapat.
Duduk sebentar di GATE 21, tidak lebih 10 menit akhirnya kita boarding kembali.
Setelah pesawat kembali take off, kembali aku sibuk mengamat-amati pesawat yang aku naiki.
Ternyata bagi penumpang yang membawa bayi, pesawat memberikan kemudahan dengan mendudukkan orang tua penumpang dekat dengan batas ruang depan dan belakang (biasanya pembatas antara kelas bisnis dan kelas ekonomi)
Nah di dinding pembatas itu orang tua si bayi dapat menaruh bayinya di compartment yang disediakan maskapai penerbangan. Bentuknya seperti keranjang bayi yang menempel ke diding.
Layanan utama yang ditwarkan oleh SQ adalah inflight entertainment mereka. Bisa nonton movie, program TV, dengerin musik, main games dan alat bantu komunikasi.
Semuanya dikemas dalam satu alat seperti remote control ato tepatnya ganggang telepon yang terhubung dengan sebuah monitor televisi di depan tempat duduk kita.
Layanan lainnya yang ditawarkan adalah headphone untuk mendengarkan musik atau menenonton film juga bisa sebagai pelengkap audio pada pilihan game.
Juga ada selimut seperti biasa dan satu set amenity kit bag yang berisi sikat gigi dan kaos kaki yang bisa kita pakai pada saat tidur dan kedinginan.
Kalau tidak kita pakai juga tidak apa2, aku lebih memilih menyimpannya sebagai souvenir (Hahahaha dasar orang udik).
Perbedaan waktu antara Dubai dan Turki adalah 1 jam. Dubai 1 jam lebih cepat. Biasanya menjelang pagi, toilet pasti antri.
Sebagai tips sebaiknya jangan terlalu tergantung pada 1 toilet. Bila toilet yang terdekat ada antrian, tidak ada salahnya mencari toilet yang agak jauh atau lebih jauh.
Hitung-hitung sekalian meregangkan otot berjalan agak jauh sekalian lihat-lihat sekeliling.
Paling-paling yang kita lihat orang-orang yang sedang tidur (he he he he).
Di depan toilet aku sempat stretching sebentar. melemaskan otot-otot pudak, leher dan pinggang.
Kemudian baru masuk ke toilet. Di dalam toilet yang kecil, menjelang pagi maskapai menyediakan Amenity set yang lebih lengkap. Lebih lengkap dari yang dibagi-bagi.
Ada cologne, lotion aftershave dan lotion pelembab tangan.
kencing sebentar. Cuci tangan, cuci muka. Kemudian lap dengan handuk kecil dan memberikan cologne ke leher secukupnya dan pelembab tangan.
Hmmmmm segar kembali rasanya.
Setelah dari toilet, waktu sarapan. Wah memang sudah lapar, tapi perut rasanya masih aneh begini. Tapi paksa makan saja gak ada salahnya.
07.30 LOCAL TIME
Pesawat mendarat jam 07.30 waktu Turki. Mendarat di Ataturk Airport.
[Read More...]
Setelah sedikit tidur ayam, akhirnya mendarat juga di Dubai jam 02.53 am waktu Singapura ato jam 22.53 waktu setempat. Berarti di Jakarta jam 01.53 dini hari.
selesih waktu antara Dubai dan Singapura adalah 4 jam.
Sebelum turun transit, di dalam pesawat diumumkan kalo waktu transit kita hanya 1 jam 15 menit alias satu seperempat jam.
Tapi herannya sewaktu kita melewati gate transit, petugas di pintu kedatanganan memberikan tiket boarding dengan peringatan kalo transit hanya
setengah jam. Huuuh mana yang bener ya? Dari pada terlambat mendingan kita mengikuti waktu terpendek yang diingatkan. Kulirik nomor gate tempat kita keluar. GATE 21, berarti nanti kita harus kembali ke gate itu.
Di airport Dubai semua ke toilet. Sikat gigi, cuci muka dan yang pasti beol... fuuuifh leganya. Bersih-bersih.Yang butuh beribadah, melanjutkan dengan shalat. Papa dan tante Nining juga shalat.
Dari area toilet menuju public area kita kembali harus melewati gerbang sensor plus dengan security-security itu.
Kompas bawaan Wandra dicurigai karena bentuknya.Bentuknya seperti jam weker, dicurigai seperti timer BOM. Ha ha ha ha.
Ini yang bodoh petugas imigrasinya kali ya. Jelas2 itu kompas, masih aja tanya2.
Dan ternyata detector di Dubai lebih sensitif. Kali ini sabuk ku pun harus dilepas, karena sensornya berbunyi.
Masuk ke public area kita berfoto-foto ria di sana. Beberapa dengan latar belakang Dubai Airport directory board dan yang lainnya dengan latar belakang konter informasi airport Dubai.Setengah jam bukan waktu yang lama. Baru sebentar duduk-duduk di area publik, kita sudah melihat orang-orang sudah antri kembali untuk masuk ke ruang tunggu GATE 21, tempat pesawat SQ yang kita naiki tadi merapat.
Duduk sebentar di GATE 21, tidak lebih 10 menit akhirnya kita boarding kembali.
Setelah pesawat kembali take off, kembali aku sibuk mengamat-amati pesawat yang aku naiki.
Ternyata bagi penumpang yang membawa bayi, pesawat memberikan kemudahan dengan mendudukkan orang tua penumpang dekat dengan batas ruang depan dan belakang (biasanya pembatas antara kelas bisnis dan kelas ekonomi)
Nah di dinding pembatas itu orang tua si bayi dapat menaruh bayinya di compartment yang disediakan maskapai penerbangan. Bentuknya seperti keranjang bayi yang menempel ke diding.
Layanan utama yang ditwarkan oleh SQ adalah inflight entertainment mereka. Bisa nonton movie, program TV, dengerin musik, main games dan alat bantu komunikasi.
Semuanya dikemas dalam satu alat seperti remote control ato tepatnya ganggang telepon yang terhubung dengan sebuah monitor televisi di depan tempat duduk kita.
Layanan lainnya yang ditawarkan adalah headphone untuk mendengarkan musik atau menenonton film juga bisa sebagai pelengkap audio pada pilihan game.
Juga ada selimut seperti biasa dan satu set amenity kit bag yang berisi sikat gigi dan kaos kaki yang bisa kita pakai pada saat tidur dan kedinginan.
Kalau tidak kita pakai juga tidak apa2, aku lebih memilih menyimpannya sebagai souvenir (Hahahaha dasar orang udik).
Perbedaan waktu antara Dubai dan Turki adalah 1 jam. Dubai 1 jam lebih cepat. Biasanya menjelang pagi, toilet pasti antri.
Sebagai tips sebaiknya jangan terlalu tergantung pada 1 toilet. Bila toilet yang terdekat ada antrian, tidak ada salahnya mencari toilet yang agak jauh atau lebih jauh.
Hitung-hitung sekalian meregangkan otot berjalan agak jauh sekalian lihat-lihat sekeliling.
Paling-paling yang kita lihat orang-orang yang sedang tidur (he he he he).
Di depan toilet aku sempat stretching sebentar. melemaskan otot-otot pudak, leher dan pinggang.
Kemudian baru masuk ke toilet. Di dalam toilet yang kecil, menjelang pagi maskapai menyediakan Amenity set yang lebih lengkap. Lebih lengkap dari yang dibagi-bagi.
Ada cologne, lotion aftershave dan lotion pelembab tangan.
kencing sebentar. Cuci tangan, cuci muka. Kemudian lap dengan handuk kecil dan memberikan cologne ke leher secukupnya dan pelembab tangan.
Hmmmmm segar kembali rasanya.
Setelah dari toilet, waktu sarapan. Wah memang sudah lapar, tapi perut rasanya masih aneh begini. Tapi paksa makan saja gak ada salahnya.
07.30 LOCAL TIME
Pesawat mendarat jam 07.30 waktu Turki. Mendarat di Ataturk Airport.












