Benar kata orang kalau mau menang perang harus didukung dengan senjata yang baik. Kenal atau tidak nya kita dengan sejata kita; itu SANGAT PENTING.
Dada serasa penuh sesak, muka merah dan terasa panas. Kulalui sensor magnetic dan security HSBC dengan percaya diri. Pingin marah rasanya kalau mengingat Surat Pemberitahuan dari pihak HSBC ke istriku. Tapi tenangkan dirimu Sam (demikian pikirku).
Flashback.............(bla bla bla / baca: cerita ttg Surat Pemberitahuan HSBC)
Ini perusahaan multinasional besar, pikirku. Di kepala ku sudah menari-nari pikiran tentang orang-orang yang bermental "bersembunyi di balik nama besar". Kapan lagi aku mengasah mentalku, pengalamanku. Berani. Ini bukan cari masalah kan, tapi cari solusi sekaligus mengasah diri dan menuntut hak.
"Bisa ketemu ibu Galih, Customer Service di sini?", tanya ku ke petugas keamanan di pintu masuk. "Silahkan, pak", balas nya sambil menunjuk ke arah meja counter. Wah memang mungil, seperti diskripsi istriku tentang figur perempuan CS itu.
Kulihat ada dua orang menunggu di depan counter untuk dilayani. Dan petugas keamanan menyilahkanku untuk duduk menunggu. Huh, sudah menahan marah begini disuruh menunggu. Moga-moga tidak lama. Camkan dipikiranmu Sambodo, aku ke sini bukan untuk mencari masalah, tapi solusi. Jadi gak ada gunanya berbicara dengan seorang CS.
(bersambung)
Wednesday, December 12, 2007
HSBC gila............ # 2
Labels:
present chapter,
story
Subscribe to:
Post Comments (Atom)











No comments:
Post a Comment