Tuesday, January 20, 2009

Turkey - Ankara tour day 1

DAY TWO "ULUS MEYDANI" - Monday, MAY 26.

Pagi hari suasana sepi. Semuanya kecapaian sepertinya. Tadi malam aku memilih tidur di living room. Karena pintu balkon dibuka sedikit, udara pagi di Ankara terasa sejuk. Keluar sebentar ke balkon, fuuuiifh, anginnya dinginnya minta ampun. Tanpa alas kaki telapak kaki serasa beku di lantai balkon.

Di dapur mulai terdengar keramaian. Ternyata tante, papa dan mama sudah mulai sarapan di sana. Hari ini kita rencananya akan pergi ke pusat keramaian di kota Ankara. Kita akan ditemani oleh mba Yah, pembantu mba Ante. Lumayan ada guide walau sebenarnya mba Yah tidak tahu di mana pusat-pusat keramaian yang menarik untuk dikunjungi. Dari Lonely Planet, kutahu kalau Ulus adalah salah satu pusat keramaian. Jadi sepertinya kita akan memulai jalan-jalan dari sana.

Bangun tidur ternyata mereka langsung makan roti dan teh. Dan menjelang mau berangkat (agak siangan) tante makan lagi dengan nasi dan sambal kecap. Sambal kecapnya tidak pake cabe rawit,karena di Ankara yang ada cabe gede-gede warna hijau muda sebesar jempol gemuk2 dan dirajang kecil. Rasanya tidak terlalu pedas.
Mba Yah harus menyiapkan kebutuhan-kebutuhan anak-anak mba Ante untuk sekolah. Dan kita rencananya akan berangkat setelah anak-anak berangkat sekolah dan si pembantu selesai memasak untuk makan siang dan malam nanti.Anak-anak berangkat jam 07.30 dan dijemput dengan mobil antar jemput anak sekolah. Mereka besekolah di sekolah Pakistan, karena biayanya jauh lebih murahbila dibanding dengan sekolah Amerika dan Inggris.

Mba Ante berangkat jam 08.45. Jarak dari rumah ke kantornya tidak terlalu jauh. Jam masuk kantornya jam 09.00. Jam 10.00 kita siap-siap berangkat. Aku membawa ransel dan tas pinggang. Ranselku berisi brosur-brosur kota Ankara dan beberapa botol kecil minuman air mineral. Sedangkan tas pinggang berisi passport, sejumlah kecil uang dan foto kopi kecil tentang Ankara. Keluar dari rumah, saya baru sadar kalau di public area apartment, penerangannya memakai sensor gerak. Jadi lampu di depan pintu masuk unit apartmen hanya hidup bila ada aktifitas gerakan. Setelah penghuni bergerak masuk ke dalam atau menjauh masuk ke lift atau turun tangga, lampu tersbut akan mati dengan sendirinya.Wah pemerintah Turki sadar energi ternyata. Hal positif yang patut ditiru oleh Indonesia.

Rencananya kita akan pergi naik bis umum untuk menghemat. Dari apartemen kita jalan tidak jauh kemuadian menunggu di dekat persimpangan.Ternyata bis yang akan kita naiki berukuran tanggung, kurang lebih seperti Kopaja ato Metromini, tetapi ini lebih kecil hanya muat untuk kurang lebih 13 sampai 14 orang duduk dan yang laiinya bisa berdiri.Dari Cankaya kita menuju Ulus Meydani, karena dari 'Lonely Planet' di dekat Ulus banyak terdapat spot-spot untuk dilihat.

Sepanjang perjalanan banyak hal yang bisa dilihat. Rute bis ini juga melawati daerah pemukiman. Sempat juga melawati Ankara University. Ongkos bis untuk satu orang 1,5 lyra.Note: mata uang Turki adalah Lyra. Dahulu mereka menyebutnya hanya lyra tetapi sudah diganti dan mereka menyebutnya "yetele". Sebenarnya YTL cuma penyebutannya "yetele". YTL singkatan dari Yeni Turkish Lyra yang berarti turki lyra baru ( Yeni = baru).Juga ada beberapa penumpang yang menuju Ulus dan mahasiswi yang berangkat kuliah. Baju-baju dan dandanan mereka terlihat liberalis. Seorang mahasisiwi juga cuek aja merokok di bis dan memilih duduk dilantai ketimbang duduk di kursi. Rata-rata perempuan di sana memakai celak mata, begitu juga beberapa mahasiswi.

Bis mulai masuk jalan-jalan kecil dengan pertokoan di kanan kirinya. Mulai tampak kumpulan bis-bis di depan, dan jalan bis mulai melambat. Kalau melihat peta posisi kita bukan di terminal. Jaraknya masih agak jauh dari terminal.Ternyata bis dari jurusan Cankaya berhenti dan berkumpulnya memang di daerah itu.Turun dari bis kita benar-benar kehilangan orientasi. Banyak supir-supir taxi dan bis menawarkan jasa mereka, karena kita kelihatan seperti orang bingung. Aku inisiatif untuk mengajak rombongan ke arah yang menurut insting ku menuju ke jalan besar.

Ternyata kita memang keluar di jalan besar. Jalan besar ini adalah Ataturk Bulvari, yaitu jalan protokol di Ankara. Kalau di Jakarta seperti jalan Sudirman gitu deh.Sekarang tinggal berusaha mencari arah ke alun-alun tempat patung Ataturk. Kupikir kalau sudah ketemu patung itu akan mudah mencari tempat tujuan yang lain.Ternyata kita jalan tidak jauh, hanya 300 meter kita sudah ketemu dengan alun-alun tersebut.Ternyata Ulus Meydani tersebut adalah alun-alun Ulus dimana terletak Monumen Patung Ataturk / Ataturk Statue. Mungkin kalo bahasanya gampang dimengerti kita akan cepat memahami peta dan bertanya ke orang-orang sekitar.

Monumen Ataturk di Ulus adalah patung Ataturk menunggang kuda yang berada di atas podium marmer dikelilingi oleh 4 patung pejuang Turki di keempat sudutnya. Setiap patung pejuang memiliki ekspresi yang berbeda yang yang melambangkan apa saja juga tidak tahu (pasti ada filosofinya).


Alun-alun ini di bagian depannya terbentang jalan Ataturk Bulvari dan di sekeliling belakangnya penuh dengan pertokoan kecil-kecil.


Di bagian tengah antara pertokoan dan patung-patung terlihat banyak burung merpati bergerombol. Tampak pedagang menjajakan makanan burung. Kita beli makanan burung itu tidak banyak, dan melemparkannya ke sekitar merpati. Wuiifh, merpati-merpati itu terbang mendekati dan mengerumuni kita.

Setelah berfoto sebentar di sana, entah kenapa kita memutuskan menuju Mesjid Haji Bayram (Haci Bayram Camii). Dalam bahasa Turki, camii berarti mesjid. Jaraknya juga tidak terlalu jauh, sekitar 300 meter ke arah timur laut dari alun-alun Ulus.Mencarinya juga tidak terlalu susah, karena kita tinggal mencari menara masjid. Cuma jangan salah dengan mesjid yang terletak dekat dengan alun-alun Ulus. Masjid Bayram lebih besar disekitarnya juga ada alun-alun dan tempat parkir yang luas.Dari tempat parkir kita bisa melihat jelas mesjid tersebut. Di kejauhan arah tenggara kita juga bisa melihat sebuah benteng terletak di atas bukit. Benteng tersebut adalah Benteng Ankara. Beberapa menyebutnya Ankara Citadel dan ada juga yang menyebutnya Hisar.

Di depan masjid Bayram terdapat bangunan kecil. Di dalamnya terlihat sekilas beberapa orang sedang berdoa. Sepertinya bangunan ini adalah bangunan makan Haji Bayram.Bangunan utama masjid Bayram berupakan bangunan dengan material bata merah telanjang yang tidak diaci. Pasangan batanya sangat rapi. Kalau dipikir-pikir persis sama dengan bangunan Frateran di Malang. Di bagian belakangnya terdapat bangunan tempat wudhu dan asrama yang terpisah dari bangunan utama.

Setelah puas melihat-lihat mesjid, kita menuju pasar Haji Bayram (Haci Bayram Pazari). Posisinya persisi diseberang parkiran masjid Bayram.Barang-barang yang dijual di sana persis seperti barang-barang oleh-oleh haji di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Beberapa menjual Al Quran, minyak zaitun, tasbeh, kaligrafi, pasmina, dan pernak-pernik menarik yag lainnya. Kalau kata tante suasananya persis seperti pasar Mayestik.Aku membeli Al Quran tanggung berwarna merah untuk oleh-oleh Bapak, seharga 10 YTL. Sedangkan niku membeli pigura seharga 5 YTL. Tante sepertinya banyak membeli pasmina (atau syal ya?) untuk oleh-oleh.

Setelah capek berbelanja, kita sepertinya harus break buat makan siang. Di pojokan pasar terdapat kedai kebab. Saya lupa namanya. Berhubung jam makan siang, kedai kebab tersebut cukup ramai.Kami memilih duduk di pojokan luar. Karena ini warung kebab ya kita memilih menu kebab tentunya, Turkish Kebab dan coke dengan jumlah pesanan sesuai dengan jumlah kita.
Beberapa pesan kambing dan yang lainnya kebab sapi. Ternyata Turkish Kebab dihidangkan dengan menu sampingan Turkish Salad. Kebab kambing merupakan irisan daging kambing yang sudah dibakar disajikan dengan roti canai di bawah dan atasnya. Dan dilengkapi dengan potogan cabai hijau yang bijinya sudah dibersihkan. Aku memakannya dengan ditaburi chili papper, supaya terasa agak panas di mulut. Sedangkan salad merupakan kumpulan sayuran, potongan tomat dan bawang bombay yang ditaburi chili papper dan diberikam potongan citrus. Wah kebab dan salad yang agak panas dimulut (karena chili papper) ditambah coca cola merupakan kombinasi yang pas. Yummmy (jadi ngiler kalo mengingatnya kembali).

(to be continue)

2 comments:

Tata Shinta said...

good niku. cukup detil.

Tata Shinta said...

ini bulan mei, bukan maret