07.30 LOCAL TIME
Pesawat mendarat jam 07.30 waktu Turki. Mendarat di Ataturk Airport, Istanbul.
Di pabean (custom) antrian panjang sekali. Si Mas Wandra sempet nervous dan kebelet boker, pingin ke wc.
Tante Nining juga pingin ke wc juga. Mereka berdua akhirnya ke wc.
Setelah lama mengantri kita akhirnya sudah dekat dengan counter pabean. Si tante ternyata sudah selesai dari wc dan dia permisi nyerobot2 untuk balik ke antrian deket kami.
Konter pabean ada beberapa jumlahnya. Jadi untuk mempercepat proses keimigrasian kami membagi jadi beberapa grup.
Grup pertama Niku, papa dan mama. Grup kedua Aku dan tante. Dan si mas sudah kembali ke antrian tapi dia tidak seberani tante untuk permisi menyerobot kembali ke antrian.
Jadi lah dia ada di antrian paling belakang. Puiiifh.....
Di konter pabean aku dan tante cukup cepat prosesnya. Grup niku, papa dan mama agak lama dan sempet ditanya-tanya.
Bagi beberapa orang soal tetek benget urusan pabean tentu bikin panik dan nervous.
Beberapa tips yang mungkin berguna bila kita berada dalam situasi antrain pabean:
Pikir-pikir bagasi yang harus diangkut cukup banyak juga. 1 koper besar aku dan 1 koper tanggung niku, 1 koper besar tante, 1 koper mas, 1 koper mama & papa dan 1 koper oleh-oleh pesanan mbak Ante. Jadi total 6 koper. Belum lagi setiap orang masing2 membawa backpack.
Papa, mama dan tante gak mungkin kan disuruh seret-seret koper. Kalo pake jasa porter mahal juga kali ya.
Coba cari troley dan ternyata tempatnya gampang untuk ditemukan. Catatan: jangan mengambil sembarangan trolley ngangur. Di tempat troley ternyata troley dirantai dan memerlukan koin untuk melepas troley tersebut.
Ini koin lokal dan jadilah aku mengganti uang euro ku ke mata uang lokal: lyra. Saya meminta ditukarkan dengan beberapa pecahan koin juga.
Dua troley cukup pikirku. 1 troley = 1 lyra = 8000 rupiah, lumayan juga ya.
Lucunya setiap bagasi yang kita ambil tidak diperiksa petugas bandara ketika kita keluar dari pintu terminal. Bisa saja kan kita salah mengambil koper orang lain atau koper kita diambil orang lain!
Istanbul bukan akhir tujuan kita di Turki. Kita masih harus ke Ankara.
Ini baru di terminal International, kita harus pindah ke terminal domestik yang jaraknya cukup jauh.
Kita harus jalan kaki ke sana. Troley memang sangat membantu.
Cukup cape' soalnya aku dan mas harus mendorong troley yang masing2 berisi 3 koper.
Beberapa tempat harus melewati ramp yang cukup terjal katrena passanger belt conveyor tidak boleh dilalui troley.
Sesampainya di terminal domestik kita coba mencari konter informasi untuk menanyakan tiket kita. Ternyata tidak gampang mencari konter informasi.
Karena tiket domestik kita adalah Turkish Air, aku inisiatif tanya ke stand turkish air.
Jenis tiket kita adalah online tiket, karena kita memesannya melalui internet dari Jakarta. Jadi oleh petugas kita ditunjukkan ke konter M. Konter M ada konter khusus untuk Online / internet Check in yaitu di konter M03 dan M04.
Selesai urusan check in, perut lapar dan harus sarapan. Jadilah kita cari tempat sarapan. Schedule pesawat kita adalah jam 11.00 waktu setempat.
jadi masih banyak cukup waktu buat sarapan. Sebelum sarapan beli beberapa snack dan minuman buat persediaan. Dan kita sarapan di "Cockpit".
Menu yang kita pilih adalah plain omelette dan omelette with cheese. Yummy...
Rata-rata harga setiap makanan 11 lyra. Dan total pengeluaran semuanya 60 lyra something. Mahal juga. Karena kita salah lokasi, karena akan lebih murah kalau
kita makan di food court.
Jam menunjukkan jam 09.30, masih banyak waktu dan kita sepakat untuk menunggu saja di ruang tunggu.
Pesawat kita, Turkish Air menuju Ankara boarding di gate 110.
Waktu melewati pos penjagaan aku sempat ragu-ragu, boleh tidak ya membawa air minum yang sudah kubeli. Aku tanyakan ke petugas dan mereka bilang, " NO PROBLEMO".
Ternyata kebijaksanaan penerbangan domestik Turki sama dengan di Indonesia, tidak terlalu ketat untuk jumalh zat cair yang dibawa.

Jam 10.45 waktunya boarding. Pesawat yang kita naiki adalah boeing 737-300.
Dan kita take off jam 11.00 sesuai schedule.
Makanan di pesawat domestik Turkish Air tidak menarik. Pilihannya salad atau sandwich.
Aku memilih sandwich. Ternyata tidak enak. Rotinya keras.

Waktu mau landing cuaca cukup buruk. Hujan deras. Dan pesawat terbang di bawah awan hujan yang tebal dan merata. Jadi selalu terpengaruh dengan cuaca huja.
Ternyata geografis Ankara berada di daerah perbukitan. Cukup seram juga harus mendarat dalam cuaca buruk di daerah perbukitan.
Niku sempet ditakut-takuti mas. Dia kan emang phobia terbang.
11.52 ANKARA TIME
Pesawat mendarat jam 11.52 waktu Turki. Mendarat di Esenboga Havalimani, Ankara.
Waktu landing pesawatnya sempat bumpy. Dan akhirnya kita mendarat dengan selamat di Esenboga Havalimani.
Airport dalam bahasa Turki adalah havalimani.
Pesawat mendarat jam 07.30 waktu Turki. Mendarat di Ataturk Airport, Istanbul.
Di pabean (custom) antrian panjang sekali. Si Mas Wandra sempet nervous dan kebelet boker, pingin ke wc.
Tante Nining juga pingin ke wc juga. Mereka berdua akhirnya ke wc.
Setelah lama mengantri kita akhirnya sudah dekat dengan counter pabean. Si tante ternyata sudah selesai dari wc dan dia permisi nyerobot2 untuk balik ke antrian deket kami.
Konter pabean ada beberapa jumlahnya. Jadi untuk mempercepat proses keimigrasian kami membagi jadi beberapa grup.
Grup pertama Niku, papa dan mama. Grup kedua Aku dan tante. Dan si mas sudah kembali ke antrian tapi dia tidak seberani tante untuk permisi menyerobot kembali ke antrian.
Jadi lah dia ada di antrian paling belakang. Puiiifh.....
Di konter pabean aku dan tante cukup cepat prosesnya. Grup niku, papa dan mama agak lama dan sempet ditanya-tanya.
Bagi beberapa orang soal tetek benget urusan pabean tentu bikin panik dan nervous.
Beberapa tips yang mungkin berguna bila kita berada dalam situasi antrain pabean:
- Siapkan semua dokumen yang diperlukan seperti; Passport, tiket pesawat (bila perlu).
- Bila perlu selipkan tiket pesawat di lembaran approval visa negara yang kita tuju. Dalam hal ini saya menyelipkannya di visa turki. Hal ini untuk mempermudah petugas pabean tidak perlu mencari-cari lembar visa yang sudah di-approve di kedutaan negara bersangkutan di Jakarta.
- Jangan terlalu nevous bila berada di antrian. Kalo perlu toilet, yah ke toilet lah dahulu.
- Bila kita dalam 1 group sebaiknya jangan dipisah. Pengurusan pabean dalam 1 group mempercepat prosesnya.
- Jangan terlalu banyak membantah / melawan petugas. Jawab seperlunya saja.
Pikir-pikir bagasi yang harus diangkut cukup banyak juga. 1 koper besar aku dan 1 koper tanggung niku, 1 koper besar tante, 1 koper mas, 1 koper mama & papa dan 1 koper oleh-oleh pesanan mbak Ante. Jadi total 6 koper. Belum lagi setiap orang masing2 membawa backpack.
Papa, mama dan tante gak mungkin kan disuruh seret-seret koper. Kalo pake jasa porter mahal juga kali ya.
Coba cari troley dan ternyata tempatnya gampang untuk ditemukan. Catatan: jangan mengambil sembarangan trolley ngangur. Di tempat troley ternyata troley dirantai dan memerlukan koin untuk melepas troley tersebut.
Ini koin lokal dan jadilah aku mengganti uang euro ku ke mata uang lokal: lyra. Saya meminta ditukarkan dengan beberapa pecahan koin juga.
Dua troley cukup pikirku. 1 troley = 1 lyra = 8000 rupiah, lumayan juga ya.
Lucunya setiap bagasi yang kita ambil tidak diperiksa petugas bandara ketika kita keluar dari pintu terminal. Bisa saja kan kita salah mengambil koper orang lain atau koper kita diambil orang lain!
Istanbul bukan akhir tujuan kita di Turki. Kita masih harus ke Ankara.Ini baru di terminal International, kita harus pindah ke terminal domestik yang jaraknya cukup jauh.
Kita harus jalan kaki ke sana. Troley memang sangat membantu.
Cukup cape' soalnya aku dan mas harus mendorong troley yang masing2 berisi 3 koper.
Beberapa tempat harus melewati ramp yang cukup terjal katrena passanger belt conveyor tidak boleh dilalui troley.
Sesampainya di terminal domestik kita coba mencari konter informasi untuk menanyakan tiket kita. Ternyata tidak gampang mencari konter informasi.
Karena tiket domestik kita adalah Turkish Air, aku inisiatif tanya ke stand turkish air.
Jenis tiket kita adalah online tiket, karena kita memesannya melalui internet dari Jakarta. Jadi oleh petugas kita ditunjukkan ke konter M. Konter M ada konter khusus untuk Online / internet Check in yaitu di konter M03 dan M04.
Selesai urusan check in, perut lapar dan harus sarapan. Jadilah kita cari tempat sarapan. Schedule pesawat kita adalah jam 11.00 waktu setempat.
jadi masih banyak cukup waktu buat sarapan. Sebelum sarapan beli beberapa snack dan minuman buat persediaan. Dan kita sarapan di "Cockpit".
Menu yang kita pilih adalah plain omelette dan omelette with cheese. Yummy...
Rata-rata harga setiap makanan 11 lyra. Dan total pengeluaran semuanya 60 lyra something. Mahal juga. Karena kita salah lokasi, karena akan lebih murah kalau
kita makan di food court.
Jam menunjukkan jam 09.30, masih banyak waktu dan kita sepakat untuk menunggu saja di ruang tunggu.
Pesawat kita, Turkish Air menuju Ankara boarding di gate 110.
Waktu melewati pos penjagaan aku sempat ragu-ragu, boleh tidak ya membawa air minum yang sudah kubeli. Aku tanyakan ke petugas dan mereka bilang, " NO PROBLEMO".
Ternyata kebijaksanaan penerbangan domestik Turki sama dengan di Indonesia, tidak terlalu ketat untuk jumalh zat cair yang dibawa.
Dan kita take off jam 11.00 sesuai schedule.
Makanan di pesawat domestik Turkish Air tidak menarik. Pilihannya salad atau sandwich.
Aku memilih sandwich. Ternyata tidak enak. Rotinya keras.
Ternyata geografis Ankara berada di daerah perbukitan. Cukup seram juga harus mendarat dalam cuaca buruk di daerah perbukitan.
Niku sempet ditakut-takuti mas. Dia kan emang phobia terbang.
11.52 ANKARA TIME
Waktu landing pesawatnya sempat bumpy. Dan akhirnya kita mendarat dengan selamat di Esenboga Havalimani.
Airport dalam bahasa Turki adalah havalimani.











1 comment:
niku, masih inget juga ya? padahal udah lama perginya. ayo nulis lagi cerita kamu 3 minggu liburannya ... masih inget gak semuanya?
Post a Comment